35 Tempat Wisata Di Palembang Terkini Tahun 2020

35 Tempat Wisata Di Palembang

Tempat Wisata di Palembang sangatlah banyak, mulai dari wisata kuliner, wisata religi dan wisata alam. Sebagai kota Wisata yang sering mengadakan berbagai event Internasional Palembang memang terus menerus mengembangkan Pariwisata. Kami sudah merangkum 30 Tempat Wisata di Palembang. Apa Saja?

1. Jembatan Ampera

Tempat Wisata di Palembang - embatan Ampera

Sebagai Landmark tentu Jembatan Ampera yang pertama kali harus dibahas, Jembatan ini juga merupakan identitas Kota Palembang. Karena perannya yang sangat penting bagi kesehariaan warga Palembang. Tempat ini menjadi yang paling banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berfoto dan menikmati sungai musi.

Lampu-lampu yang menghiasi Jembatan Ampera merupakan salah satu daya tarik sendiri bagi para wisatawan yang berkunjungun ke Plaza Benteng Kuto Besak. Tempat ini merupakan spot terbaik bagi wisatawan untuk menikmati keindahan Jembatan Ampera dan Sungai Musi terutama di malam hari. Lampu Jembatan Ampera berubah-ubah setiap beberapa menit menjadi latar yang terlihat sangat menarik.

3 Artikel yang Mengulas Jembatan Ampera:

2. Kambang Iwak (KI Park)

Kambang Iwak Palembang

Kambang iwak merupakan danau buatan pada masa Belanda sebagai tempat menampung luapan air hujan. Ditengah kambang terdapat air mancur, tersedia juga jembatan penyeberangan yang biasanya juga menjadi spot foto bagi masyarakat palembang maupun luar Palembang. Suasana pohon yang rindang dan banyaknya tanaman penghias membuat Kambang iwak cocok untuk bersantai bersama teman dan keluarga apalagi tanpa harus membei tiket.

Kambang iwak memang menjadi salah satu tempat berkumpul masyarakat Palembang dengan berbagai kegiatan seperti Jogging, Senam, Teater, Kegiatan Pemerintahan. Di tempat ini juga sering menjadi tempat kegiatan Komunitas yang ada di Palembang. Serunya lagi terdapat banyak sekali sajian kuliner dipinggir jalan sehingga warga yang datang juga dapat menikmati kuliner disekitar Kambang Iwak.

3. Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak

Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) di Palembang menjadi salah satu destinasi wisata umum yang paling banyak dikunjungi warga Palembang. Disini kita dapat menikmati sepoi-sepoi angin Sungai Musi, keseruan ini bertambah karena adanya permainan anak. Dari tempat ini anda dapat melihat Jembatan Ampera, River Side, Patung Iwak Belido serta bangunan bersejarah BKB.

Bagi Anda yang ingin berkunjung kesini tentu tujuan utamanya adalah liburan, untuk menikmati liburan. Anda sebaiknya sempatkan untuk menikmati makanan dan sajian kuliner yang ada di pelataran BKB. Biasanya banyak sekali yang berjualan ketika sore dan malam hari, BKB akan sangat ramai dikunjungi setiap malam. Selain alasan udara yang lebih sejuk kerlap-kerlip lampu juga menambah cantik pelataran Benteng Kuto Besak.

4. Pulau Kemaro

Pulau-Kemaro-Palembang-9

Pulau Kemaro Palembang adalah pulau yang berada dipinggiran sungai Musi, banyak sejarah yang melegenda tentang pulau kemaro, tidak hanya diketahui oleh masyarakat Palembang saja, sebagai salah satu destinasi wisata yang ada di Palembang. Jika ingin ke Pulau kemaro Anda dapat melewati jalur air menggunakan prahu getek atau menggunakan speed boat, sekitar 30 menit perjalanan air kita akan sampai pada pulau Kemaro.

Tidak hanya wisatawan lokal yang datang melihat Pulau Kemaro, namun banyak juga wisatawan mancanegara yang datang ke Pulau Kemaro ini, anda akan melihat Klenteng dan Pagoda yang memiliki Arsitektur khas Cina, dibagian depan anda akan melihat gapura selamat datang sebagai sambutan para pengunjung, terdapat juga area pegadang jika anda ingin membeli makanan dan sebagainya.

5. Wisata Alam Punti Kayu

Wisata Alam Punti Kayu

Punti Kayu merupakan hutan ditengah Kota Palembang, Punti Kayu adalah lahan konservasi sejak tahun 1937. Hutan ini pada masa pemerintahan belanda di beri nama Erpacth Punti Register dengan total luas Hutan 98 ha. Dahulunya nama Punti Kayu lebih dikenal dengan sebutan Taman Sari dan juga taman Syailendra.

Taman Wisata Punti Kayu juga difungsikan sebagai penyerapan karbon dioksida untuk mengimbangi pembangunan kota Palembang yang cukup pesat. Punti kayu sendiri dipenuhi dengan Pohon Pinus, pada tanggal 7 APril 1985 Hutan wisata Punti Kayu ditunjuk sebagai Taman Wisata Alam (TWA). Semenjak dijadikannya sebagai Taman Wisata Alam Punti Kayu, ramai sekali warga yang berkunjung bersama keluarga, terlebih lagi adanya Satwa di Hutan yang terletak di KM 7 ini.

5. Bukit Siguntang

bukit-siguntang-palembang

Bukit Siguntang adalah Bukit tertinggi di Kota Palembang dengan ketinggian ketinggian 29-30 meter dari permukaan laut ini. Bukit yang menjadi salah satu tempat bersejarah lahirnya Kerajaan Sriwijaya pada tahun 1920. Terdapat banyak sekali bukit peninggalan masa Kerajaan Sriwijaya. Hingga kini cagar Budaya yang begitu penting ini masih dianggap sakral oleh masyarakat setempat.
Banyak sekali pengunjung yang datang akan melakukan ritual ziarah ke makam-makam para bangsawan Palembang zaman dahulu dan sejarah besar adanya kerajaan Sriwijaya.

Terbukti dengan banyaknya ditemukan Arca dan artefak yang bersifat buddhisme menunjukkan tempat bahwa ini adalah salah satu kawasan pemujaan dan keagamaan kerajaan. Banyak pakar arkelog dan budayawan mempelajari tentang peninggalan yang terdapat pada Bukit Siguntang salah satunya ditemukan arca Buddha bergaya Amarawati. Arca berukuran cukup besar ini ditemukan dalam beberapa pecahan. Bagian kepala Arca saat ini dibawa ke Museum Nasional di Batavia. Beberapa bulan kemudian bagian tubuhnya ditemukan, kemudian bagian kepala dan tubuhnya disatukan. Akan tetapi hanya bagian kakinya hingga kini masih belum ditemukan.

6. Gedung Tua Sekanak

Gedung Tua Sekanak

Kota Palembang memang menyimpan banyak sejarah masa lalu, termasuk bangunan bangunan Tua yang ada di Kota Palembang, hingga saat ini masih sangat banyak Gedung tua yang dimanfaatkan dan dialih fungsikan sebagai Kantor, seperti kantor Ledeng yang kini menjadi Kantor Walikota, tidak jauh dari kantor Walikota Palembang ada salah satu gedung tua yang kaya akan nilai historis.

Ketika dijadikannya sungai sekanak sebagai salah satu objek wisata membuat gedung tua ini semakin dikenal, sebelumnya Gedung yang terletak dekat dengan sungai sekanak ini memang hanya menjadi tempat lalu lintas saja, bahkan banyak orang yang tidak mengetahui sejarah gedung tua ini. Kantor Jacobson van Den Berg adalah bangunan tua pada masa kolonial Belanda, bangunan ini diperkirakan dibangun pada tahun 1934 sampai 1940, bangunan tua ini sudah terlihat desainnya yang kental peninggalan Belanda. Bangunan ini adalah salah satu bukti sejarah yang ada di Kota Palembang, Namun sayangnya bangunan yang dahulunya bekas kantor van Jacobson van Den Berg belum dimanfaatkan hingga sekarang.

7. Kampung Arab Al-Munawar

Kampung Arab  Al-Munawar

Kampung Arab  atau Perkampungan Arab Al-Munawar merupakan sebuah perkampungan yang sudah ada sejak Abad 18, hingga kini menjadi salah satu Objek Wisata Religi yang ada di Kota Palembang. Rumah-rumah kuno di kampung ini berjumlah delapan bangunan yang didirikan oleh Habib Abdurrahman Al-Munawar untuk anak-anaknya yang sudah menikah.

Rumah-rumah tersebut menurut salah satu tokoh masyarakat,Rumah-rumah ini sudah di tempati lebih kurang sudah di tempati oleh tujuh sampai delapan generasi, sehingga diyakini umurnya antara 200-300 tahun. Kenapa di sebut AlMunawar, menurut tokoh masyarak itu sebuah nama untu suku, seperti pada masyarakat Palembang sendiri ada Kyai Agus, Nyayu, Nyimas dan lain sebagainya atau bisa disebut juga sebagai marga sebuah keluarga.

8. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Kisah perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II Terekam di museum yang sama dengan namanya Museum ini terletak di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II dekat dengan Jembatan Ampera. Tempat ini pernah berdiri Istana Kesultanan Palembang Darussalam yaitu Keraton Kuto lamo, Belanda merekonstruksi reruntuhan bangunan menjadi tempat tinggal komisaris kerajaan Belanda pada masa itu. Fungsi bangunan ini juga kemudian silih berganti dan menjadi museum pada 2004.

Museum ini juga ini juga memamerkan kekayaan budaya seperti foto, peninggalan sejarah dan pakaian pengantin. Disalah satu sudut bangunan terdapat koleksi lukisan museum sebagai tanda akhir perlawanan kesultanan Palembang Darussalam saat perang tahun 1821 melawan Belanda.

9. Monpera Palembang

Monpera Palembang

Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat) merupakan sebuah simbol sejarah yang ada di Palembang, Lokasinya persis di Depan Masjid Agung Palembang. Monumen ini memiliki arti penting dalam buku sejarah Sumatera Selatan, Sebagai gambaran dan mengenang peperangan 5 hari 5 malam. Sebagai gambaran perjuangan Palembang secara melawan Belanda untuk merebut kembali kemerdekaan yang telah berhasil diperoleh oleh bangsa Indonesia.

10. Sekanak Sidewalk Palembang

Sekanak Sidewalk Palembang

Tepian sungai sekanak saat ini menjadi salah satu destinasi wisata terbaru di Kota Palembang, Pasar yang sudah ada sejak zaman Belanda ini memang menjadi salah satu Pasar Tradisional yang menjadi pusat lalu lintas perahu dan kapal. Beberapa bangunan juga sudah dibangun sejak tahun 1900 an bahkan mungkin lebih tua lagi.

Sebagai kota tua yang memiliki berbagai tempat wisata, Palembang terus menerus menggali potensi objek wisata yang dapat dimanfaatkan. Salah satunya dengan memafaatkan sungai musi, tepian sungai Sekanak dipoles dengan cat warna warni, sehingga menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi.
Konsep pinggiran sungai yang full colour ini menjadi salah satu tempat yang instagramable di Palembang, termasuk juga banyaknya bangunan tua yang kini masih berdiri kokoh.

Advertisement

Apa Ini?

UPDATE COVID-19