Rabu, 7 April, 2021

Sejarah Masjid Agung Palembang – Lengkap Foto Zaman Dulu

Jasa Pembuatan Website Palembang
Masjid Agung Palembang

Masjid Agung Palembang merupakan salah satu peninggalan sangat bersejarah dari Kesultanan Palembang, Masjid Agung didirikan oleh Sultan Mahmud Badaruddin pertama atau Sultan Mahmud Badaruddin i jayo wikramo mulai tahun 1738 sampai 1748, Kemudian masyarakat memberikan nama Masjid Sultan pada saat itu, Nama tersebut merujuk pada pembangunan masjid yang diketuai dan dikelola secara langsung oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo.

Ketika terjadi perang antara masyarakat Palembang dengan Bangsa Belanda pada tahun 1659 M, sebuah masjid terbakar. Masjid tersebut merupakan masjid yang dibangun oleh Sultan Palembang kala itu, Ki Gede Ing Suro yang berlokasi di Keraton Kuto Gawang. Beberapa tahun kemudian, tepatnya di tahun 1738 M, Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo membangun kembali masjid Agung tepat di lokasi berdirinya masjid yang dahulunya terbakar.

Baca Juga : Sejarah Masjid ki Merogan Palembang

Pembangunan masjid yang baru memakan waktu cukup lama, hingga pada 26 Mei 1748 atau pada 28 Jumadil Awal 1151 tahun Hijriah, Peresmian pemakaian masjid dilakukan pada tanggal 28 Jumadil Awal 1151 H tanggal 26 Mei tahun 1748. Dalam lieratur sejarahnya Masjid Agung merupakan bangunan Masjid terbesar di nusantara pada saat itu.

Ukuran Masjid Agung sendiri pada awal dibangun seluas 1080 M2 dengan daya tampung 1200 orang, kemudian perluasan pertama dilakukan dengan wakaf Said Umar bin Muhammad Assegaf Al Toha dan Sayyid Ahmad bin yang dilaksanakan pada tahun 1897.

Desain Masjid Agung sendiri dianut dari 3 gaya Arsitektur yakni Indonesia, China dan Eropa. Gaya khas arsitektur Nusantara adalah pola struktur bangunan utama berundak tiga dengan puncaknya berbentuk limas. Undakan ketiga yang menjadi puncak masjid atau mustaka memiliki jenjang berukiran bunga tropis.

Sebagaimana masjid masjid tua di Indonesia, Masjid Sultan ini pada awalnya tidak mempunyai menara Kemudian pada masa pemerintahan Sultan Ahmad najamuddin tahun 1758 sampai Tahun 1774 barulah dibangun menara yang di sebelah barat bentuk bandaranya seperti pada menara bangunan klenteng dengan bentuk atapnya berujung melengkung, pada bagian luar badan menara terdapat teras berpagar yang mengelilingi bagian badan bentuk masjid yang sekarang dikenal mayarakat dengan nama Masjid Agung.

Masjid agung sendiri sudah mengalami mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan pada mulanya perbaikan dilakukan oleh pemerintah Belanda setelah terjadi perang besar tahun 1819 dan 1821 setelah dilakukan perbaikan kemudian dilakukan penambahan perluasan pada tahun 1893 1916-1950 1970-an dan terakhir pada tahun 1990-an.

Pada pekerjaan renovasi dan pembangunan tahun 1970-an oleh Pertamina, dilakukan juga pembangunan menara sehingga mencapai bentuknya yang sekarang, menara aslinya tidak dirobohkan, perluasan kedua kali pada tahun 1930 tahun 1952 dilakukan kembali oleh Yayasan Masjid Agung yang pada tahun tahun 1966 sampai tahun 1969 membangun lantai kedua sehingga luas Masjid sampai sekarang 5520 M2 dengan daya tampung 7750.

Masjid Agung merupakan masjid tua dan sangat penting dalam sejarah Palembang masjid yang berusia sekitar 259 tahun itu terletak di Kelurahan 19 Ilir Kecamatan Ilir Barat II tepat di pertemuan antara Jalan Merdeka dan Jalan Sudirman pusat kota Palembang.

Masjid Agung Palembang – Vector Download Design by Ebhie Febrian

REKOMENDASI

Sejarah Masjid Ki Marogan (MuaraOgan) Palembang

Masjid Ki Marogan adalah masjid tertua kedua di Palembang setelah Masjid Agung Palembang...

TERKAIT

- Advertisement -eyJwaG9uZSI6Ikphc2EgUGVtYnVhdGFuIFdlYnNpdGUgUGFsZW1iYW5nIn0=