Kamis, 8 April, 2021

Peninggalan Palembang di Museum Sultan Mahmud Badaruddin 2

Jasa Pembuatan Website Palembang
Sejarah Palembang
Sejarah Palembang

Museum Sultan Mahmud Badaruddin 2 Palembang Menjadi ruang sejarah yang dapat kita lihat hingga saat ini. Terdapat puluhan benda-benda bersejarah Palembang masa lalu yang dikumpulkan di Museum ini. Apa saja benda-beda berserajarah yang ada di Museum Sultan Mahmud Badaruddin 2 ini. Berikut foto dan ulasannya.

PERANG PALEMBANG 1659

Perang Palembang 1659

Peperangan yang terjadi di Kota Palembang perna terjadi di Museum Sultan Mahmud Badaruddin 2 terdapat Gambaran Perang. Perang Palembang 1659 Diorama ini menggambarkan kondisi peperangan antara pasukan VOC dengan kesultanan Palembang. Akibat dari perang ini ialah pasukan VOC berhasil membumihanguskan Keraton Kuto Gawang yang menandakan kemenangan di pihak VOC. Akibatnya, Raja Palembang saat itu, Pangeran Sido Ing Rajek menyelamatkan diri ke Inderalaya (sekarang termasuk wilayah Kabupaten Ogan Ilir)

PRASASTI TELAGA BATU

PRASASTI TELAGA BATU

Prasasti Telaga Batu ditemukan pada 1918 dalam aksara Palawa dan berbahasa Melayu yang terdiri dari 18 baris. Batu ini merupakan persumpahan yang dikeluarkan oleh Penguasa Kedatuan Sriwijaya. Dari segi bentuk, prasasti ini mempunyai dua keistimewaan yang sangatjarang dijumpai pada prasasti lain nya. Keistimewaan yang pertama adalah pada bagian atas prasasti ini dihiasi dengan tujuh kepala ular kobra berbentuk pipih seolah-olah memayungi prasasti ini. Keistimewaan yang kedua adalah di bagian bawahnya terdapat PRASASTI sebuat cerat (pancuran) kecil seperti yoni.

NASKAH KUNO

Naskah Kuno Palembang

Sebagai Bukti sejarah yang valid Palembang memiliki berbegai peninggalan sejarah yang dapat dilihat di Museum Sultan Mahmud Badaruddin 2. Beberapa Naskah ini bertuliskan Huruf Melayu atau Jawi yang dibuat pada tahun 1800an. Isi dari nakah-naskah ini ada yang bercerita tentang Raja-raja pada masa Kesultanan dan juga tentang kehidupan sehari-hari.

MERIAM

Meriam Peninggalan Beranda

Perlawanan Palembang terhadap penjajah menggunakan beberapa senjata salah satunya adalah Menggunakan Meriam. Meriam adalah salah satu jenis senjata api yang terbuat besi dan perunggu dengan berbagai bentuk dan ukuran untuk menembak dari jarak jauh. Hingga ini masih terdapat beberapa Meriam Tua peninggalan Palembang tempo dulu.

SEWET PELANGI

Selain terkenal dengan Songket ada beberapa jenis kain atau sewet yang ada di Palembang. Salah satunya adalah Sewet Pelangi in sangat beraneka ragam dan ssngat indah. Bahannya pun dari benar kain sutra serta cat khusus yang tidak luntur. Pembuatannya tetap secara tradional. Kain ini permukaannya licin dan halus serta bisa dikepi dengan tangan.

SEWET TAJUNG

Sewet Tajung

Jenis Sewet Tajung adalah kain yang khusus dipakai untuk Laki-laki disebut dengan Gebeng atau Tajung Rumpak. Sedangkan untuk Wanita disebut dengan kain Tajung Blongsong, sewet Tajung ini dalam pembuatan nya memakai benang sutera.
Setelah Keraton Kuto Gawang dibakar VOC tahun 1659, dan kekuasaan beralih ke tangan Ki Mas Endi (Pangeran Ario Kesumo). Maka mencabut pengakuan Palembang atas kedaulatan Mataram. Keputusan ini diambil mengingat kurangnya perhatian Mataram kepada Palembang, terutama dalam hal pertahanan dan pengamannya wilayahnya. Pangeran Ario Kesumo kemudian medirikan kesultanan Palembang Darussallam dengan gelar Sultan Abdurahman Kholifatull Mukminin Sayyidul Imam (1 1706). Pusat pemerintahannya dipindahkan ke Beringin Jangut yang letaknya di sekitar Mesjid Lama (Jalan Segaran).

ARCA SINGA

Arca Singa

Area Singa ini sudah dalam keadaan tidak utuh lagi. Berdasarkan Informasi disebutkan bahwa arca ini berasal dari situs Candi Angsoko. Hanya saja dari laporan Schnitger pada tahun 1936 singa yang berasal situs Candi Angsoko terbuat dari tanah liat (terracotta) dan gaya seninya mendapat pengaruh dart jawa (Schnitzer, 1937,2). Sementara arca singa yang terdapat di halaman museum Sultan Mahmud Badaruddin Il terbuat dari batu andesit. Dengan demikian arca ini bukan berasal dari situs Candi Angsoko. Kemungkinan berasal dari kelenteng kuno yang ada di Palembang.
Arca-arca Singa dilingkungan bangunan candi maupun klenteng biasanya ditempatkan di sisi kanan kiri tangga pintu masuk. Area Singa dalam suatu bangunan candi yang terbuat dari terracotta juga ditemukan di Candi 1. Situs Bumiayu, Kecamatan Tanah Abang Kabupaten, Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan. Fungsi Arça Singa dalam candi bisa juga sebagai pengganti makara merupakan simbol penolak balak.

ARCA GANESHA

Arca Ganesha

Arca Ganesha merupakan ada satu dewa dalam punch on ouma Hindu. Dalam suatu bangunan cuid beesansa ditengatkan uang (relung bagian timer ugu barat, tergantung dari arah hadap candi Ganesha merupakan dewa perang atau kebijaksanaan yang memerangi kebodohan dan keserakahan manusia. Area ini ditemukan di situs Pagaralam di Jalan Mayor Ruslan. Situs ini terletak sekitar 500 meter di sebelah utara situs Candi Angsoko, diantara pemukiman penduduk. Area ganesha ini terbuat dari batu andesit.
Ukuran aret tinggi 175 cm dan lebar 110 cm ditemukan di halaman penduduk ketika orang menggali tanah untuk membuat Fondási bangunan. Area ini digambarkan duduk bersila dan bertangan empat. Kedua tangan depannya memegang tasbih dan kapak. Belalainya men garah ke kiri ke dalam mangkuk, cara duduknya seperti arca – arca Ganesha dari india Selatan, yaitu kaki kanan dilipat ke atas dan kaki, kiri bersila. Berdasarkan gaya seninya, area ini diperkirakan berasal dari sekitar abad ke-9 Masehi.

MODEL PAKAIAN SULTAN

MODEL PAKAIAN SULTAN

Ada dua jenis pakaian Sultan yaitu:

Setelan kebaya kelemkan yang terdiri dari tutup kepala (tanjak) tekep dado, baju kelemkari (kebaya landong/panjang), celana belabas, tajong rumpak, badong (belt), keris terompah (slippers).

Setelan Kebaya pendek seperti stelan kebaya kelerkari tetapi yang membedakannya ukuran lebih pendek.

Lihat Alamat

REKOMENDASI

Bukan Stadion GSJ, Manajemen Siapkan Stadion Alternatif Untuk Memulai...

Menjelang bergulirnya kompetensi Liga 2 2021 , Manajemen Sriwijaya FC telah menatap serius...

Tak Pilih-Pilih, Akhirnya Ratu Dewa Pun Ikut Laksanakan Tes...

Sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Nomor 2 tahun, akhirnya Tes Urine dapat...

Ingin Tahu! Berapa Sih Denda Pelanggaran Tilang Elektronik? Yuk...

Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau Tilang Elektronik resmi disahkan pada Selasa (23/3/2021)...

Ketua Umum PBSI Buka Suara Terkait insiden Mundurnya wakil...

Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna akhirnya buka suara terkait insiden dipaksa mundurnya...

TERKAIT

4 Museum yang Ada di Palembang – Berikut Ulasannya

Adanya museum merupakan sebuah gambaran banyaknya sejarah yang terdapat di Provinsi Sumatera Selatan...

Museum Balaputra Dewa: Berikut Daftar Arca Didalamnya

Museum Balaputra Dewa yang berada di Palembang, Museum ini menyimpan berbagai benda-benda bersejarah...

Pohon Cinta Pulau Kemaro, Mitos yang Banyak Dipercaya

Pohon Cinta Pulau Kemaro merupakan salah satu Pohon yang berada di Pulau Kemaro,...

Mengenal Tugu Parameswara Jakabaring Palembang

Jika Berkunjung ke Kota Palembang dan menuju Kompleks Olahraga Jakabaring Sport City Anda...

Melihat Sejarah Kampung Kapitan Palembang

Kampung Kapitan Merupakan kawasan permukiman yang didirikan tahun 1644 oleh seorang kapiten, terdapat...

Sejarah Gua Jepang di Palembang

Gua Jepang di Palembang merupakan bunker peninggalan pada zaman penjajahan jepang pada masa...
- Advertisement -eyJwaG9uZSI6Ikphc2EgUGVtYnVhdGFuIFdlYnNpdGUgUGFsZW1iYW5nIn0=