Sabtu, 25 September, 2021

Pemkot Palembang Siapkan Dana Cadangan Cukup Besar, Demi Tangani Covid-19

Jasa Pembuatan Website Palembang

Efisiensi dan Recofusing anggaran di masa pandemi masih dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang demi kelangsungan bersama supaya terhindari penyebaran Covid-19 saat ini.

Tahun ini pemerintah kota telah menyiapkan dana sebesar Rp 15 miliar dari Biaya tidak Terduga untuk penanganan virus Corona atau Covid-19 yang masih melanda saat ini.

Walikota Palembang Harnojoyo menuturkan, penanganan Covid-19 saat ini lebih difokuskan pada tingkat kelurahan agar menyentuh semua masyarakat.

Hal ini dibuktikan dengan keseriusan dibentuknya posko penangangan Covid-19 di 107 keluarahan.

Pembentukan tersebut terdiri dari tingkatan Camat, Lurah, RT/RW Babinkantibnas, Puskesmas yang memiliki tugas untuk melakukan testing, tracing, dan treatment.

“Anggaran posko ini sudah dianggarkan di dana beberapa kelurahan. Selain itu juga kita laksanakan recofusing anggaran,” ujarnya, Senin (3/5/2021).

Seperti kita ketahui saat ini, Sekda Kota Palembang, Ratu Dewa mengungkapkan, Pemkot Palembang telah mengalokasikan dana yang diperuntukkan sebagai Belanja tidak terduga (BTT) sekaligus untuk mengatasi Covid-19 hingga pada tingkat kelurahan.

“Cadangan untuk penanganan Covid-19 yang diperlukan posko PPKM mikro. Karena hampir seluruh Kecamatan di Kota Palembang menyandang status zona merah,” tuturnya.

Mekanisme penggunaan alokasi anggaran BTT akan mengacu pada arahan dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.

“Yang pasti ini akan dapat dipergunakan untuk jaring pengaman ekonomi, sosial, dan kesehatan,” katanya.

Kelurahan sebenarnya masih bisa memanfaatkan anggaran Kelurahan yang sudah dilucurkan melalui BPKAD.

“Posko PPKM bisa memanfaatkan anggaran Kelurahan, disana sudah tersedia tinggal atur saja peruntukannya mereka bisa gunakan itu. Sudah ada pendampingan dari inspektorat jadi tak usah khawatir selama pengaturanya jelas,” katanya.

Ia mengimbau posko PPKM harus diperkuat lagi sebab berbeda dengan masa PSBB, PPKM mesti berjalan dengan skala mikro yang tentu butuh peran semua tokoh masyarakat.

“Evaluasi posko PPKM per dua hari harus ada, data base Dinkes sudah ada. Jadi bisa dipantau dari 3T masing-masing Kelurahan apa yang kurang, ” tutupnya.

REKOMENDASI

Kabel Sering Dicolong, BBPJN Sumsel Bakal Bangun Posko Jembatan...

Sering kehilangan kabel di Jembatan Musi IV Kota Palembang, Balai Besar Pelaksana Jalan...

Wanita Korban Penusukan di Kayuagung, Minta pelakunya segera ditangkap

Siti Saleha korban penusukan beberapa waktu lalu meminta penjelasan akan terkait dengan kasus...

Tak Pilih-Pilih, Akhirnya Ratu Dewa Pun Ikut Laksanakan Tes...

Sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Nomor 2 tahun, akhirnya Tes Urine dapat...

Menkominfo Himbau Masyarakat Tak Mengunggah Sertifikat Vaksin ke Media...

Baru-baru ini Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johny G. Plate, menghimbau masyarakat Indonesia...

TERKAIT

Lolos Final Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii/Apriyani Rahayu Catat...

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, berhasil menembus final cabang olahraga Badminton...

Olimpiade Tokyo 2020: Saksikan Live Streaming Indosiar Pertandingan Ganda...

Setelah berhasil mengalahkan lawan dari tuan rumah, Jepang. Akhirnya Anthony Sinisuka Ginting telah...

Apakah Hari Tasyrik Itu? Ini Alasan Tidak Diperbolehkan Umat...

Saat momentum hari raya Idul Adha seperti ini, istilah hari tasyrik tidak...

Wajib Baca! Jenis Buah dan Sayur yang Mengandung Vitamin...

Penyebaran Covid-19 semakin meluas. Untuk tetap menjaga imunitas tubuh,maka masyarakat harus ...

Kabel Sering Dicolong, BBPJN Sumsel Bakal Bangun Posko Jembatan...

Sering kehilangan kabel di Jembatan Musi IV Kota Palembang, Balai Besar Pelaksana Jalan...

Mulai 1 Juni Jembatan Keramasan Lama di Palembang Ditutup,...

Jembatan Keramasan Lama di Palembang bakalan akan ditutup selama perbaikan mulai 1 Juni...
- Advertisement -eyJwaG9uZSI6Ikphc2EgUGVtYnVhdGFuIFdlYnNpdGUgUGFsZW1iYW5nIn0=