Jumat, 24 September, 2021

Legenda Pulau Kemaro Palembang – Kisah Cinta Siti Fatimah

Jasa Pembuatan Website Palembang

Pulau Kemaro Palembang adalah pulau yang berada dipinggiran sungai Musi, banyak sejarah yang melegenda tentang pulau kemaro, tidak hanya diketahui oleh masyarakat Palembang saja, sebagai salah satu destinasi wisata yang ada di Palembang. Jika ingin ke Pulau kemaro Anda dapat melewati jalur air menggunakan prahu getek atau menggunakan speed boat, sekitar 30 menit perjalanan air kita akan sampai pada pulau Kemaro.

Tidak hanya wisatawan lokal yang datang melihat Pulau Kemaro, namun banyak juga wisatawan mancanegara yang datang ke Pulau Kemaro ini, anda akan melihat Klenteng dan Pagoda yang memiliki Arsitektur khas Cina, dibagian depan anda akan melihat gapura selamat datang sebagai sambutan para pengunjung, terdapat juga area pegadang jika anda ingin membeli makanan dan sebagainya.

Pulau kemaro juga sering digunakan masyarakat tionghoa ketika ada cap go meh dan acara-acara besar Agama Budha, terdapat kelenteng bertuliskan SERIWIJAYA PALEMBANG, terdapat juga batu prasasti betulisankan sejarah Pulau Kemaro.

Cinta Siti Fatimah dan Tan Bun An

Dalam literatur sejarah yang didapat dari kisah turun-menurun dan berbagai referensi, membenarkan adanya kisah seorang Putri Raja yang kaya Raya bernama Siti Fatimah, sorang putri Raja ini dinikahi konglomerat dari Tionghia bernama Tan Bun An pada masa Kerajaan Sriwijaya, lalu Tan Bun AN mengajak Siti Fatimah kedaratan tingkok untuk mengenalkannya kepada kedua orang tunya.

Kemudian beberapa waktu di Tingkok Tan Bun An dan Istrinya Siti Fatimah pamit kembali ke Palembang dengan membawa 7 (tujuh) buah Guci, sesampainya diperairan sungai musi dekat pulau Kemaro Tan Bun An akhirnya membuka semua Guci tersebut, betapa terkejutnya Tan Bun An melihat Guci yang dibawanya berisikan sawi-sawi asin, karena merasa kecewa tanpa berpikir panjang Tan Bun An langsung membuangnya ke ke Sungai, Guci Terakhir terjatuh dan pecah didalam kapal perahu layar ternyata ada hadiah didalamnya.

Berpikir jika dia telah membuang hadiah, Tan Bun An ingin mencari lagi guci-guci yang tadi dia buang, seorang pengawal ikut membantu mencari, namun seperti tidak ada tanda-tanda, akhirnya siti Fatimah pun turut melompat kedalam sungai dan ketiganya tidak muncul lagi, penududuk sekitar mengenang ketiga orang tersebut dan Pulau kemaro.

Dibagian belakang Pagoda ada Pohon yang diberi nama cinta, Konon siapa yang menuliskan namanya dan pasangan, hubungannya menjadi langgeng dan abadi, walau sebenarnya secara logis tidak ada kaitannya, tapi itulah sejarahnya.

REKOMENDASI

TERKAIT

Lolos Final Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii/Apriyani Rahayu Catat...

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, berhasil menembus final cabang olahraga Badminton...

Olimpiade Tokyo 2020: Saksikan Live Streaming Indosiar Pertandingan Ganda...

Setelah berhasil mengalahkan lawan dari tuan rumah, Jepang. Akhirnya Anthony Sinisuka Ginting telah...

Apakah Hari Tasyrik Itu? Ini Alasan Tidak Diperbolehkan Umat...

Saat momentum hari raya Idul Adha seperti ini, istilah hari tasyrik tidak...

Wajib Baca! Jenis Buah dan Sayur yang Mengandung Vitamin...

Penyebaran Covid-19 semakin meluas. Untuk tetap menjaga imunitas tubuh,maka masyarakat harus ...

6 Pemain Timnas Indonesia Dapat Latihan Sangat Ekstrim dari...

Akhirnya Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong menunjukkan karakter sadisnya dengan memberikan pelatihan cukup...

Inilah Khasiat Konsumsi Buah Pepaya California Sungguh Menakjubkan dan...

Ternyata Di indonesia terdapat jenis pepaya yang bisa tumbuh subur sepanjang tahun yakni...
- Advertisement -eyJwaG9uZSI6Ikphc2EgUGVtYnVhdGFuIFdlYnNpdGUgUGFsZW1iYW5nIn0=