Home Sejarah Palembang Melihat Sejarah Kampung Kapitan Palembang

Melihat Sejarah Kampung Kapitan Palembang

Kampung Kapitan Merupakan kawasan permukiman yang didirikan tahun 1644 oleh seorang kapiten, terdapat 15 bangunan rumah panggung ala Cina di Kelurahan 7 Ulu Seberang Ulu 1 Palembang, lokasi persisnya berada ditengah pemukiman padat di tepi Sungai Musi dan tepat berseberangan dengan Benteng Kuto Besak. Kampung Kapitan adalah pemukiman khas etnis Cina Palembang. Pada masa lalu merupakan tempat tinggal Kapitan Cina dan keluarganya.

Palembang sejak lama telah menjadi tujuan imigrasi beberapa masyarakat dari berbagai daerah termasuk pendatang dari Cina. Awal munculnya kampung Kapitan adalah pada saat runtuhnya Kerajaan Sriwijaya pada abad XI dan munculnya Dinasti Ming (Cina) pada abad 16 XIV. Pada masa itu Kerajaan Cina membentuk lembaga dagang yang salah satunya berpusat di Palembang, sehingga banyak pedagang Cina yang kemudian menetap dan menikah dengan gadis Palembang.

Salah satu kepala kantor dagang Cina yang terkenal adalah Liang Taow Ming yang memiliki pengaruh kuat pada komunitas Cina. Karena pengaruhnya inilah Lioang Taow Ming diangkat sebagai perwira oleh pemerintahan belanda dan diberikan kepercayaan untuk mengatur wilayah 7 ulu dan sekitarannya.

Di masa kolonial, Belanda mengangkat perwira Cina Tjoa Kie Tjuan berpangkat Mayor untuk mengatur wilayah 7 ulu yang dikenal sebagai Mayor Tumenggung dan Mayor Putih. Masa kepemimpinannya adalah dari tahun 1830-1855 di kawasan 7 ulu. Jabatan itu diwariskan turun temurun kepada putranya yaitu Tjoa Ham Hin yang diangkat menjadi kapten Cina pada tahun 1855. Setelah diangkat sebagai kapten dan diberikan wewenang dan kebebasan untuk mengatur wilayahnya sendiri. Kawasan kampung kapitan dahulu memang menjadi sentral perdagangan kota, Hingga pada masa itu mulai terbangunlah Perkampungan yang kini bernama Kampung Kapitan.

Area perumahan seluas 165,9 x 85,6 meter, Bangunan inti dari kediaman Kapitan ini meliputi tiga buah rumah yang terdiri dari dua rumah tinggal yang mengapit rumah utama, tempat diadakannya pesta dan pertemuan. Kampung Kapitan merupakan sebuah kawasan cagar budaya yang terus dijaga eksistensinya hingga saat ini, pemerintah setempat memanfaatkan momen Cap Go Meh untuk mempromosikan Kampung Kapitan sebagai objek wisata sejarah. Kampung Cina ini memang sudah menjadi bagian sejarah penting masyarakat kota empek-empek.

Selain bangunan bersejarah warga yang datang juga menambah wawasan dengan beragam informasi yang tersedia berkunjung ke Kampung Kapitan, bangunan yang berusia 400 tahun itu sayangnya berada dalam kondisi agak kurang terawat baik di bagian luar maupun dalam interior bangunan karena sumber pendanan untuk perawatan masih secara pribadi. Perabotan kuno yang masih dapat ditemui hanyalah meja abu, altar sembahyang dan beberapa foto kapitan. Anda dapat melihat langsung kamar tidur Kapitan atau mencoba mengenakan busana sang kapitan, bagi para pengunjung yang mengunjungi Kampung Kapitan pasti akan memberikan pengalaman baru.

Jika Anda ingin berkunjung kesini, anda dapat menggunakan kendaraan atau menggunakan Perahu getek yang tersedia dipelataran Benteng Kuto Besak Palembang.

Alamat: Dermaga, Jl. KH. Azhari, 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Telepon: (0711) 313978

Exit mobile version