Home Sumatera Selatan Berita Palembang Dampak Kasus Covid-19, Rencananya Wisma Atlet Jakabaring Bakal Dibuka Kembali untuk RS...

Dampak Kasus Covid-19, Rencananya Wisma Atlet Jakabaring Bakal Dibuka Kembali untuk RS Darurat

Peningkatan kasus pademi COVID-19 di Sumatera Selatan mengalami angka yang tinggi sepekan terakhir. Sebab kepadatan masyarakat yang semakin hari semakin bertambah akhir 2020 lalu telah berdampak pada lonjakan kasus di Wilayah Sumsel yang mencapai angka 110 per sehari.

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menghawatirkan keadaan tesebut, untuk mencegahnya, maka dinas telah berencana bakal membuka kembali wisma atlet Jakabaring Palembang untuk di pakai sebagai rumah sakit darurat penanganan orang atau pasien khusus Covid-19 sekarang ini.

Seperti kita ketahui, Wisma Atlet ini sebelumnya pernah di pakai sebagai rumah sehat pada awal Maret 2020 untuk atasi pasien Covid-19 yang memiliki tanda gejala ringan. Namun, pada 31 Agustus 2020 kemarin yang lalu, akhirnya Pemerintah Sumsel menutupnya di karenakan pada saat itu seluruh rumah sakit sudah sanggup menampung pasien Covid-19.

“Iya saat ini Penggunaan gedung wisma atlet untuk rumah sehat sedang kita laksanakan, apakah memang bisa untuk rumah sehat atau rumah sakit darurat. Jika rumah sakit darurat, nantinya akan dipegang Rumah sakit yang sudah ada,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nuraini, Jumat (1/1/2021).

Menurut ia, Pak Gubernur Sumsel, Herman Deru telah menyetujui rencana pembukaan gedung wisma tersebut sebagai jalur pencegahan COVID-19 di kota tercinta kita ini. Untuk perkiraan kapasitanya, tempat wisma atlet bisa menampung sekitar 1.000 pasien.
“Pak gubernur pada prinsipnya menyetujui membuka kembali. Hanya saat ini sedang di pikirkan mengenai pendanaannya dan kondisi kasus COVID-19 yang terjadi,” tutur dia.

Beberapa bulan lalu, Pemprov Sumsel menutup wisma atlet Jakabaring lantaran ingin memberikan kesempatan bagi kota dan kabupaten mempersiapkan tempat isolasi mandiri khusus di tempat wilayah masing-masing.

Namun, dengan kondisi penyebaran yang ada saat ini, pemprov memprediksi kabupaten/kota belum siap menghadapi peningkatan kasus. Beberapa daerah, antara lainya Muba,Muara Enim, OKI, dan OKU yang telah memberikan informasi atau data tempat isolasi khususnya.

“Kita sebelumnya mengharapkan penyebaran harus selesai di kabupaten/kota dengan deteksi dini polymerase chain reaction (pcr) dan isolasi, karena tidak semua penderita sakit atau pasien Mesti dibawa ke rs rujukan. Faktanya setelah berapa bulan ini tidak pula banyak ruang isolasi bertambah,” ujar Lesty.

Exit mobile version