Kamis, 16 September, 2021

Cerita Ratu Bagus Kuning Melawan Siluman Kera

Jasa Pembuatan Website Palembang
Ilustrasi Siluman Kerja @Foto1zoom.me

Pada masa Kesultanan Palembang, sekitar abad ke-16, di wilayah Batanghari Sembilan mulai masuk penyebar agama Islam. Salah satu di antaranya adalah seorang perempuan yang dianggap suci bernama Bagus Kuning. Konon, ia adalah salah satu murid dari sembilan wali di Pulau Jawa yang dikenal dengan nama Walisongo. Kehadirannya di Palembang adalah untuk menyebarkan ajaran agama Islam.

Perjalanan menuju Palembang tentu saja tidak mudah. Banyak halangan dan rintangan yang harus ia hadapi dan atasi. Demikian pula dengan ajaran yang disampaikannya, tidak begitu saja dapat diterima oleh penduduk setempat. Bahkan ia harus sering bertarung dan siap mengorbankan jiwanya demi menyebarkan ajaran Rasulullah. Untunglah dia memiliki kesaktian yang cukup hebat untuk membela diri sehingga banyak musuhnya yang takluk dan turut memeluk Islam.

Ketika Bagus Kuning memasuki wilayah perairan Batanghari, ia pun harus berhadapan dengan para pendekar setempat yang berilmu tinggi. Namun. ia tetap menghadapi semuanya dengan tabah dan dengan satu keyakinan bahwa Allah SWT pelindungnya yang sejati. Pada akhirnya, ia pun mampu menaklukkan para pendekar di wilayah Batanghari dan bahkan mereka menjadi pengikutnya yang setia. Para pengikutnya ini kemudian dijadikan penghulu, yaitu para penguasa di daerahnya masing-masing. Di wilayah Batanghari ini, konon, ada 11 penghulu yang dipercaya masyarakat sebagai pengikut setia Putri Bagus Kuning, yaitu Penghulu Gede, Datuk Buyung, Kuncung Emas, Panglima Bisu, Panglima Apo, Syekh Ali Akbar, Syekh Maulana Malik Ibrahim, Syekh Idrus, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, dan Bujang Juaro.

Setelah mampu menguasai wilayah Batanghari, Putri Bagus. Kuning dan anak buahnya pun memasuki bagian tengah kota Palembang. Lantas mereka singgah di bagian hulu kota yang bernama Plaju. Di tempat ini terdapat suatu dataran indah yang ditumbuhi pohon-pohon besar. Mereka pun beristirahat di tempat nyaman itu.

Melihat Makam Ratu Bagus Kuning Palembang

Setelah bermalam, barulah Putri Bagus Kuning menyadari bahwa tempat tersebut bukanlah tempat yang aman. Tempat yang berada di tepian Sungai Musi itu ternyata merupakan Kerajaan Siluman Kera. Para siluman kera di tempat ini tampaknya merasa terganggu dengan kehadiran rombongan Putri Bagus Kuning. Lantas mereka pun mencoba menakut-nakuti.

”Maaf, kami tidak bermaksud mengganggu. Kami hanya numpang singgah untuk melepas lelah karena kami lihat tempat ini cukup indah dan nyaman,” kata Putri Bagus Kuning.

Namun, tampaknya para siluman kera tidak mau tahu. Mereka bahkan mengancam akan membunuh jika Putri Bagus Kuning dan rombongannya tidak mau pergi.

”Apalagi kami tahu, kalian adalah para penyebar ajaran Islam, pantang bagi kami untuk membantu!” ujar Raja Siluman Kera.

Tampaknya, percekcokan tak dapat dielakkan lagi. Para siluman kera tidak mau mengalah. Demikian pula dengan Putri Bagus Kuning dan rombongannya. Pertarungan pun tak dapat dihindari lagi. Saling serang, saling banting, saling mengadu kekuatan terus berlanjut. “Hai Raja Siluman Kera, aku tidak mau banyak mengorbankan teman-temanku hanya untuk menghadapimu.

Sebagai pemimpin di sini, aku berjanji. Ilka aku kalah menghadapimu maka aku akan tunduk padamu. Sebaliknya. jika kau pun dapat kukalehkan. maka kau harus tunduk padaku.’ tantang Putri Bagus Kuning.

‘Tidak masalah bagiku. hai Bagus Kuning! Hal rakyatku. kalian jadi saksinya, jika aku dapat dikalahkan oleh perempuan ini maka aku, dan juga kalian. harus tunduk dan patuh pada manusia yang satu ini. Bahkan, engkau akan kuangkat menjadi ratu kami.” balas Raja Siluman Kera dengan nada agak meremehkan.

Para siluman kera pun segera menepi, memberi ruang pada rajanya. Demikian’ juga dengan para 56ngikut Putri Bagus Kuning; mereka pun segera menepi sambil terus melafalkan doa-doa.

Pertarungan pun akhirnya terjadi. Bumi bagai bergetar. Pohonpohon di sekitar bagai diayun-ayun angin besar. Kesaktian Raja Siluman Kera memang luar biasa. Demikian juga dengan Putri . Bagus Kuning; ia pun bukan lawan yang dapat dengan mudah dirobohkan.

Setelah beberapa jam, akhirnya mulai tampak siapa yang bakal unggul dalam pertarungan itu. Beberapa kali Raja Siluman Kera terbanting keras. Darah pun mulai banyak keluar dari mulutnya. Napasnya makin tersenga|-sengal. Wajahnya makin pucat. Ia benar-benar tak mampu mengalahkan Putri Bagus Kuning.

Akhirnya, Raja Siluman Kera itu pun menyerah kalah.

”Baiklah, Putri Bagus Kuning, hamba mengaku kalah. Hamba menyerah. Karni semua takluk padamu,” ujar Raja Siluman Kera dengan lantang. Lantas ia pun bersujud memberi hormat kepada putri Bagus Kuning diikuti para siluman kera yang lain.

”Baiklah, kalian tidak perlu bersujud begitu karena hal demikian tidaklah patut. Bagiku, hanya Allah yang patut disath dan patut dimintai pertolongan.” kata Putri Bagus Kuning.

Putri Bagus Kuning pun akhimya menetap di tempat itu bersama para pengikutnya. Sampai kemudian, para pengikutnya sepakat mendirikan keraton dengan Putri Bagus Kuning sebagai ratunya. Sejak itu, namanya resmi menjadi Ratu Bagus Kuning. Para siluman , kera pun tetap menetap di tempat itu dan tetap tunduk pada Ratu . Bagus Kuning.

Pada suatu hari, Ratu Bagus Kuning pun wafat. Ia tetap disemayamkan di tempat itu. Para pengikutnya tetap setia dan terus menyebarkan ajaran Islam ke wilayah-wilayah lain. Para siluman kera pun tetap setia dan menunggui makam Ratu Bagus Kuning. Konon, sampai wafat Ratu Bagus Kuning tetap menjadi perempuan yang suci. Ia tidak pernah menikah.

Sumber Buku Cerita Rakyat Palembang

REKOMENDASI

TERKAIT

4 Museum yang Ada di Palembang – Berikut Ulasannya

Adanya museum merupakan sebuah gambaran banyaknya sejarah yang terdapat di Provinsi Sumatera Selatan...

Museum Balaputra Dewa: Berikut Daftar Arca Didalamnya

Museum Balaputra Dewa yang berada di Palembang, Museum ini menyimpan berbagai benda-benda bersejarah...

Pohon Cinta Pulau Kemaro, Mitos yang Banyak Dipercaya

Pohon Cinta Pulau Kemaro merupakan salah satu Pohon yang berada di Pulau Kemaro,...

Peninggalan Palembang di Museum Sultan Mahmud Badaruddin 2

Museum Sultan Mahmud Badaruddin 2 Palembang Menjadi ruang sejarah yang dapat kita lihat...

Mengenal Tugu Parameswara Jakabaring Palembang

Jika Berkunjung ke Kota Palembang dan menuju Kompleks Olahraga Jakabaring Sport City Anda...

Melihat Sejarah Kampung Kapitan Palembang

Kampung Kapitan Merupakan kawasan permukiman yang didirikan tahun 1644 oleh seorang kapiten, terdapat...
- Advertisement -eyJwaG9uZSI6Ikphc2EgUGVtYnVhdGFuIFdlYnNpdGUgUGFsZW1iYW5nIn0=