Candi Bumiayu Pali Cagar Budaya Penuh Historis

Komplek Candi Bumiayu

Candi Bumiayu PALI merupakan candi peninggalan kerajaan Hindu pada zaman. Candi ini berada Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI atau di sebelah timur berbatasan dengan Sungai Lematang. Terdapat 9 buah candi yang sudah ditemukan dan beberapa diantaranya sudah dipagar. Sebenarnnya sejak tahun 1990 sudah mulai dilestarikan cagar budaya ini.

Komplek Percandian Bumiayu meliputi lahan seluas 75,56 ha. Terdapat 4 Candi 4 (empat) diantaranya telah dipugar yaitu :

  • Candi Arca Siwa Mahaguru, Narawahana, Agastya, dan Nandi

Sejarah Candi Bumi Ayu

Dalam sejarahnya Bumiayu itu adalah bekas istana sebuah kerajaan yang disebut Gedebong Undang. Di Istana ini terdapat candi-candi yang ditinggalkan semenjak Hindu terdesak dengan Islam pada abad ke-16. Candi ini pun rusak dan terkubur terkena erosi Sungai Lematang. Hingga ditemukan pada tahun 1864 oleh E.P. Tombrink dalam Hindoe Monumenten in de Bovenlanden van Palembang. Diceritakan juga bahwa wilayah kerajaan tersebut sampai di Modong dan Babat. Kawasan cagar budaya Candi Bumiayu sebagai pusat perdagangan dan transportasi pada masa Kerajaan Sriwijaya masih berkuasa.

Candi Bumiayu PALI memiliki keunikan tersendiri karena mempunyai bentuk sudut bangunan dengan hiasan mahluk Ghana dari terakota, dan memiliki kemuncak bangunan berbentuk seperti lingga, antefak. Ditermukan juga sebuah arca tanpa kepala. Termasuk terdapat relief Burung Kakaktua yang hanya ada di Candi Bumi Ayu dan sekarang disimpan di Museum Nasional.

Dari 11 bangunan candi yang ditemukan, 5 diantaranya telah digali dan dipugar ke permukaan tanah. Kelima reruntuhan bangunan candi berstruktur bata itu sesuai urutan pemugarannya dinamakan Candi 1 (tahun 1992), Candi 2 (tahun 2009), Candi 3 (tahun 1997), Candi 7 (tahun 2009), dan Candi 8 (tahun 2000). Sementaranya sisanya sampai saat ini masih berada tertimbun di dalam tanah. Pada tahun 1936 F.M. Schnitger telah menemukan tiga buah runtuhan bangunan bata, pecahan arca Siwa, dua buah kepala Kala, pecahan arca singa dan sejumlah bata berhias burung.

Artefak-artefak yang dibawa Schnitger itu sekarang disimpan di Museum Badaruddin II, Palembang. Pada tahun 1973 dilakukan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional bekerja sama dengan Universitas Pennsylvania.

Candi Bumiayu Tanah Abang
Alamat : Bumi Ayu, Tanah Abang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan 31314

Foto Suasana Kompleks

Advertisement

Apa Ini?

UPDATE COVID-19