Asal-Usul Kota Palembang, Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Karena kehebatanya inilah banyak orang dari berbagai penjuru dunia datang ke sriwijaya. Diantaranya dari wilayah timur Tengah, India, dan Cina.

Pusat kota Sriwijaya dikenal dengan sebutan lembang. Daerah ini di kenal demikian karena daerahnya merupakan dataran rendah yang banyak di genangi air. Selain itu, di daerah hulu, terdapat pula limbangan, yaitu tempat orang melimbang atau mendulang emas di sungai.

Di bagian Hulu daerah Lembang terdapat sebuah dataran tinggi yang indah. Dataran yang menyerupai bukit (Gunung kecil) ini bernama Bukit Seguntang Mahameru. Karena keindahan tempat ini.

Dari waktu ke waktu perkembangan daerah lembang kian maju pesat. Yang datang tidak hanya para pedagang, tetapi juga kaum bangsawan dan para tokoh agama dari berbagai penjuru dunia. Agaman dari wilayah india, misalnya mengembangkan agamanya di daerah ini. Orang-Orang dari wilayah tiongkok (Cina) juga turut meramaikan sistem perdagangan.

Untuk sampai kedaerah Lembang, tentulah jalur perairan yang di pakai, yakni menelusuri sungai-sungai yang sangat besar yang dapat di lalui kapal. Sungai yang paling besar pada waktu itu di kenal dengan nama sungai Melayu. Orang-orang disana kemudian menyebutnya dengan nama sungai musi. Baca juga: 7 Fakta Menarik dan Sejarah Sungai Musi Palembang

kaum agamawan dari India kemudian membuat pusat pendidikan keagamaan serta ilmu pengetahuan umum. Pusat pendidikan ini kemudian dibangun di kaki lembah Bukit Seguntang Mahameru dengan nama Syakyakirti.

Pada masa itu, di Bukit Seguntang Mahameru hiduplah seorang putri bernama Putri Ayu Sundari. Selain terkenal karena kecantikannya, ia pun dikenal sebagai seorang putri yang rajin menanam bunga di wilayah Bukit Seguntang Mahameru. Oleh karena itu, di wilayah ini tumbuh beraneka bunga yang indah. Baca juga: Bukit Siguntang Palembang Sejarah Kerajaan Sriwijaya

Pada suatu hari, tidak jauh dari wilayah bukit, tiga orang saudagar dari Timur Tengah terdampar karena kapal yang mereka naiki karam. Konon, ketiga saudagar itu sebenarnya adalah putra mahkota dari Raja Iskandar Zulkarnain di Timur Tengah. Putra Mahkota yang tertua bernama Sangsapurba pun kemudian menikah dengan Putri Ayu Sundari, sedangkan dua orang lainnya menikah pula dengan saudari-saudari Putri Ayu Sundrari.

Kabar kemasyhuran Sriwijaya yang menampung berbagai etnis dan agama dari waktu ke waktu tampaknya tidaklah pudar. Orang-Orang dari berbagai penjuru negeri kian membanjir ke wilayah ini. Pada suatu waktu, datang pula seorang pejabat dari negeri Cina yang bernama Fai Lian Fang. Orang-orang Lembang yang berlogat Melayu lebih akrab menyapanya sebagai Pai Lian Bang. Ia adalah seorang mualaf, salah satu murid kepercayaan Sunan Gunung Jati. Pada saat pemerintahan mengalami kekosongan, atas perintah Sunan Gunung Jati, Pai Lian Bang pun diangkat menjadi adipati (sekarang setingkat bupati).

Masa pemerintahan Adipati Pai Lian Bang tampaknya dikenal ke berbagai wilayah, termasuk para pendatang dari berbagai negeri. Tidak mengherankan, dalam perjalanan, saat para pendatang itu bertegur sapa, mereka selalu berkata akan ke Pa Lembang, yaitu suatu pusat kota di Sriwijaya. Pa dalam bahasa Melayu kuno berarti.

Suatu tempat atau daerah’. Lama-kelamaan orang melafalkan Pa Lembang menjadi Palembang. Namun, ada juga orang yang mengatakan akan ke negerinya Pai Lian Bang. Nama Adipati ini pun kemudian dilafalkan secara cepat sehingga lama-kelamaan terucaplah nama Palembang.

Advertisement

Apa Ini?