Selasa, 23 Februari, 2021

11 Kesenian Khas Palembang dan Sumatera Selatan

Sumatera Selatan dengan ibukotanya Palembang, memiliki sejarah sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Palembang Darussalam, juga para pendatang wilayah lain yang masuk ke kota ini, menjadikannya sebagai kota multi-budaya. Sempat menjadi pusat penyebaran agama Budha di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, lalu kehilangan fungsi sebagai pelabuhan besar, penduduk kota ini lalu mengadopsi budaya Melayu Pesisir, kemudian Jawa.

Hingga sekarang pengaruh bahasa (budaya) Jawa masih tampak dalam kehidupan sehari-hari warga Palembang, Sumatera Selatan. Misal, kata-kata seperti “wong (orang)”, banyu (air) “abang (merah)”,”lawang (pintu)”,”gedang (pisang)”, adalah beberapa contoh Gelar kebangsawanan pun masyarakat Palembang asli bernuansa Jawa, seperti Raden Mas, Raden Ayu. Begitu pun makam peninggalan masa Islam pun tidak berbeda bentuk dan coraknya dengan makam-makam Islam di Jawa.

Beberapa kesenian khas Palembang dan beberapa kabupaten/kota di Sumatera Selatan, antara lain:

1. Kesenian Dul Muluk (pentas drama tradisional khas Palembang)

Kesenian Dul Muluk Merupakan salah satu kesenian teater daerah yang berasal dari warisan budaya Sumatera Selatan. Awal mula kesenian ini berasal dari seorang peda
gang keturunan Arab yang bernama Syech Ahmad Bakar, yang popular disapa Wan Bakar. Ia datang ke Palembang sekitar abad ke-20 dan menetap di daerah Tangga takat, 16 Ulu Palembang. Teater tradisional ini menceritakan tentang kisah Abdul Muluk Jauhari yang merupakan anak dari seorang sultan.

Pada tahun 1911 hingga 1930, Dul Muluk yang semula berupa cerita tutur (monolog)
yang diperankan oleh Wan Bakar sendiri akhirnya berkembang menggunakan dialog dan diperankan oleh beberapa orang. Awalnya Wan Bakar dibantu oleh muridnya Pasirah Nurhasan dan Kamaludin. Setelah tahun 1930, Dul Muluk mulai tercampur oleh yang dibawa beberapa seniman dan bangsawan Jawa. Masa kejayaan Dul Muluk berkisar tahun 1960-1970an.

Dul Muluk mirip dengan Ketoprak dan Ludruk yang berasal dari Jawa yang umumnya dipentaskan sepanjang malam hingga menjelang subuh, setelah acara atau hajatan selesai, Teater Dul Muluk diawali dan diakhiri nyanyian dan tarian yang disebut ‘Beremas’ dengan diiringi beberapa instrumen musik, seperti rebana, gong, biola, gendang dan jidur.

2. Gending Sriwijaya

Lagu dan tarian tradisional masyarakat Kota Palembang ini dipentaskan
sebagai penyambutan kepada tamu-tamu kehormatan. Lagu Gending Sriwijaya
dinyanyikan sebagal pengiring Tari Gending Sriwijaya, yang menggambarkan
keluhuran budaya, kejayaan dan keagungan Kerajaan Sriwijaya.

Tarian ini dibawakan oleh sembilan penari muda dan cantik yang berbusana Adat Aesan Gede, Selendang Mantri, Paksangkong, Dodot dan Tanggai. Penari inti ini dikawal dua
penari lainnya yang membawa payung dan tombak, serta di paling belakang
ada penyanyi yang bertugas melantunkan lagu Gending Sriwijaya.

Baca Juga:

3. Tari Tanggai

Tari Tanggai hampir mirip dengan Tari Gending Sriwijaya, hanya saja penarinya umumnya berjumlah tiga atau lima orang. Tari ini dibawakan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan dan acara pernikahan Penari Tari Tanggai biasanya mengenakan kain songket, dodot, pend kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang goyang dan tanggal yang berbentuk kuku dari lempengan tembaga. Kelenturan penari dan kelentikan jemari penari menandakan bahwa tuan rumah dengan tulus dan ramah menyambut tamu.

Sedangkan perpaduan gerak gemulai dengan musik menandakan keharmonisan hidup masyarakat Palembang. Pada zaman dulu Tari Tanggai merupakan tarian sakral sebagai persembahan kepada Dewa Siwa dengan membawa sesaji berupa buah-buahan dan beraneka ragam bunga.

4. Syarofal Anam

Syarofal Anam Merupakan kesenian Islami yang dibawa oleh para saudagar Arab ketika
masuk ke Palembang. Kesenian terkenal oleh KH M Akib, Ki Kemas H Umar dan
S Abdullah bin Alwi Jamalullail. Syarofal Anam biasa ditampilkan menghibur
tetamu pada resepsi pernikahan, dan dibawakan oleh sepuluh orang yang
berbagi peran sebagai penari, penyanyi dan penabuh terbangan.

5. Lagu Daerah

Terdapat sangat banyak lagu Khas Sumatera Selatan seperti Melati Karangan, Dek sangke, Cuk Makllang, Dirut Jangan Menangis, Ribang Kemambang Batanghari Sembilan, Kemahau Petang, Kebile-bile, Pempek Lenjer, dan Ribulah Ribu.

6. Rumah Limas

Merupakan prototipe rumah tradisional Palembang. Ciri khas rumah ini terdapat di atapnya yang berbentuk limas, dan memiliki lantai bertingkat-tingkat yang disebut Bengkilas. Rumah Limas dipergunakan untuk kepentingan keluarga seperti hajatan. Sedangkan teras dan lantai kedua umumnya digunakan untuk menerima tamu.

Luas Rumah Limas umumnya mencapai 400 sampai 1.000 Meter Persegi atau lebih, yang dibangun di atas tiang-tiang dari kayu unglen atau ulin. Dinding, pintu dan lantai umumnya terbuat dari kayu tembesu. Sedang untuk rangka digunakan kayu seru. Setiap rumah terutama dinding dan pintu diberi ukiran.

Rumah Limas yang sering dikunjungi wisatawan adalah milik keluarga Bayumi Wahab di Jl Mayor Ruslan dan Hasyim Ning di Jl Pulo, 24 Ilir, Palembang, dan Rumah Limas di Museum Balaputra Dewa.

7. Rumah Rakit

Dahulu, Rumah Rakit banyak ditemukan di sepanjang Sungai Musi. Awalnya
rumah rakit merupakan tempat tinggal orang Tionghoa yang masuk ke Palem-
bang. Saat itu, ada peraturan yang tidak mengizinkan orang asing bermukim
di daratan. Orang Tionghoa yang umumnya bermata pencaharian sebagai
pedagang, menjadikan rumah rakit sebagai perniagaan terapung, gudang,
sekaligus penginapan. Rumah Rakit terapung di atas susunan balok kayu atau
bambu, lantai rumahnya terbuat dari bahan papan. Bentuk atap rumah pelana
dengan penutup atap dari daun nipah, alang-alang (ijuk) yang diikat dengan
tali rotan. Atap pelana yang melengkung lebih tinggi di ujung diperkuat oleh
sistem konstruksi Cina yang berbentuk segi empat.

8. Kain Songket

Kain songket merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang dikerjakan dengan menenun serta menyungkit benang emas dan benang perak di atas benang lungsin, dengan warna-warna cerah. Lazimnya adalah warna emas dan merah yang melambangkan keemasan Kerajaan Sriwijaya dan pengaruh Cina di masa lampau. Namun kini sudah banyak variasi warna songket, ada hijau, biru, ungu, hitam, cokelat dan lainnya, Kain songket dikenakan sebagai pakaian adat kerajaan.

Material yang dipakai untuk menghasilkan warna emas ini adalah benang emas yang didatangkan langsung dari Cina, Jepang dan Thailand. Benang emas inilah yang membuat harga kain songket melambung tinggi dan menjadikannya sebagai salah satu tekstil terbaik di dunia.

Berikut Jenis-Jenis Kain Songket:

  • Songket Lepus (hampir seluruh kain tertutupi oleh benang emas);
  • Songket Tawur (kain yang motifnya tidak menutupi seluruh permukaan kain tetapi berkelompok-kelompok dan letaknya menyebar);
  • Songket Tretes Mender (Jenis songket ini tidak dijumpai gambar motif pada bagian tengah kain atau polosan. Motif kain hanya terdapat pada kedua ujung pangkal dan pada pinggir-pinggir kain);
  • Songket Bungo Pacik (Kain songket sebagian besar motifnya terbuat dari benang emas yang digantikan dengan benang kapas putih, sehingga tenunan benang emasnya hanya sebagai selingan);
  • Songket Kombinasi (Merupakan kombinasi beberapa jenis songket sebelumnya. Misal,
  • Songket Bungo Cina merupakan gabungan Songket Tawur dan Songket Bungo Pacik,
  • Songket Bungo Intan adalah gabungan antara Songket Tretes Mender dengan Songket Bungo Pacik), Songket Limar (Songket ini tidak dibentuk oleh benang-benang tambahan seperti songket-songket lainnya. Motif kembang kembangnya berasal dari benang benang pakan atau benang lungsin yang dicelup pada bagian-bagian tertentu sebelum ditenun.
  • Songket Limardikom-binasikan dengan songket berkembang dengan benang emas tawur hingga disebut songket limar tawur. Jenis dari songket limar di antaranya adalah jando berhias, ando pengantin serta kembang pacar).

9. Batik Palembang

Batik Palembang menggunakan bahan dari sutra, organdi jumputan, katun, dan blongsong, Punya ciri khas sendiri yang berbeda dengan batik Jawa Batik Palembang nampak lebih ceria karena menggunakan warna-warna terang dan masih mempertahankan motif-motif tradisional setempat, seperti kembang jepri, lasem, sisik ikan, gribik, encim, kembang, bakung, kerak mutung, sembagi, dan salahi. Kain Batik Palembang yang terkenal adalah Batik Jepri dan Batik Lasem.

10. Festival Sriwijaya

Setiap tahun, Kota Palembang rutin menggelar Festival Sriwijaya di bulan Juni dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Palembang. Selain itu juga ada Festival Bidar dan Perahu Hias dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan, serta berbagai festival memperingati Tahun Baru Hijriah, Bulan Ramadhan dan Tahun Baru Masehi.

11. Wayang Palembang

Merupakan warisan dari kesenian Jawa di abad XVII, dibawa seseorang yang pindah ke Palembang. Cerita dalam wayang Palembang mirip dengan wayang Jawa namun menggunakan Baso Bari Palembang dan tidak ada sinden seperti wayang Jawa. Tokoh-tokoh yang ada dalam wayang Palembang antara lain anak Arjuna, Bambang Tosena. Selain itu dalam wayang Palembang tidak ada tokoh Bagong. Wayang Palembang menggunakan iringan musik dari gamelan pelog dengan caturan/gendhing.
Beberapa dalang yang cukup popular antara lain Dalang Lot, Dalang Jan, Dalang Abas, Dalang Abdul Rahim, Dalam Agus dan Dalang Ali.
Dahulu wayang banyak dimainkan sebagai hiburan atau ruwatan.
Masa kejayaan wayang di Palembang antara tahun 1930-1978. Kini, wayang
Palembang masih aktif dimainkan oleh Wirawan, yang menuruni bakat mendalang dari sang kakek (Muhammad Rasyd) dan ayah (Rusy Rasyd).

REKOMENDASI

Rumah Adat Palembang (Rumah Limas)

Sejarah Rumah Limas Adat PalembangRumah Limas Bari Bayumi Wahab Palembang Alamat Rumah Limas Palembang https://dipalembang.com/sejarah-rumah-limas-adat-palembang/ https://dipalembang.com/rumah-limas-bari-bayumi-wahab-palembang/

Pakaian Adat Palembang Ulasan Lengkap

Palembang sebagai salah satu kota yang memiliki nilai budaya yang sudah ada sejak...

Sejarah Rumah Limas Adat Palembang

Rumah Limas atau rumah Bari merupakan salah satu peninggalan kebudayaan dari Kerajaan Sriwijaya...

TERKAIT

Sudah Tau 3 Rumah Adat Palembang ini?

Rumah adat sangat penting bagi msayarakat Palembang, Rumah didirikan bukan hanya sekedar tempat...

Museum Zainal Songket Palembang

Museum Songket merupakan salah satu tempat penjualan songket khas Palembang yang dikenal dengan...

4 Museum yang Ada di Palembang – Berikut Ulasannya

Adanya museum merupakan sebuah gambaran banyaknya sejarah yang terdapat di Provinsi Sumatera Selatan...

Rumah Rakit Palembang – Melihat Sejarah dan Keunikannya

Rumah Rakit merupakan rumah mengapung yang berada disungai musi. Dibagian bawah rumah terdapat...

Rumah Adat Palembang (Rumah Limas)

Sejarah Rumah Limas Adat PalembangRumah Limas Bari Bayumi Wahab Palembang Alamat Rumah Limas Palembang https://dipalembang.com/sejarah-rumah-limas-adat-palembang/ https://dipalembang.com/rumah-limas-bari-bayumi-wahab-palembang/

Ayo Lestarikan Tradisi Ngidang dan Ngobeng

Tradisi Ngidang atau Ngobeng merupakan salah satu tradisi orang melayu termasuk masyarakat Palembang....